Neoliberalisme

24Mei09

topic_neoliberalism

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya ketika isu-isu tentang pencalonan Pak Boediono sebagai cawapres pendamping SBY menghangat, banyak tokoh yang tidak setuju dengan pencalonan tersebut. Salah satunya adalah Amien Rais yang dengan terang-terangan mengatakan bahwa Boediono adalah antek neolib, tunduk kepada barat, dsb. Ya, neolib, atau lebih lengkapnya neoliberalisme. Suatu kata yang pada saat itu membuat saya tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut. Yang saya tahu pada saat itu hanyalah neolib adalah suatu falsafah ekonomi, pasar bebas, banyak kerugian bagi kita jika menerapkannya. Setelah pencarian lebih lanjut, saya baru mngerti lebih dalam tentang neolib.

Neoliberalisme adalah suatu paham ekonomi yang mengacu pada filosofi ekonomi-politik akhir abad dua puluh. Paham ini memfokuskan diri pada pasar bebas dan perdagangan bebas antar negara yang bertujuan agar setiap negara dapat mengambil keuntungan dari meningkatkan standar hidup masyarakatnya. Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme berkaitan dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara yang politis, contohnya menggunakan tekanan ekonomi atau milter.

Neoliberalisme bertujuan mengembalikan kepercayaan kepada kekuatan pasar yang mengacu kepada kebebasan. Pendorong utama kembalinya kekuatan pasar adalah adanya privatisasi kegiatan ekonomi khususnya industri besar yang dikelola pemerintah. Privatisasi ini telah mengalahkan nasionalisasi yang menjadi kunci bagi negara yang ingin sejahtera. Privatisasi ini lucunya hanya terjadi di negara-negara berkembang atau cenderung miskin. Sedangkan di negara maju seperti Amerika dan Eropa, tidak ada yang namanya privatisasi tersebut. Dengan kata lain, negara-negara seperti itu jelas akan semakin mundur.

Dalam menanggulangi krisis moneter di beberapa negara, IMF meluncurkan sebuah paket kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai Konsensus Washington. Agenda pokok dari Konsensus Washington adalah : pelaksanaan kebijakan anggaran ketat termasuk penghapusan subsidi bagi negara dalam berbagai bentuk, pelaksanaan liberalisasi sektor keuangan, pelaksanaan leberalisasi sektor perdagangan, dan privatisasi BUMN. Di Indonesia, pelaksanaan Konsensus Washington secara besar-besaran terjadi ketika krisis ekonomi tahun 1997. Pemerintah Indonesia meminta bantuan IMF untuk memulihkan kondisi keuangan. Sebagai kompensasi atas dana talangan (utang) yang dikucurkan IMF, Indonesia wajib melaksanakan Konsensus Washington yang salah satu butirnya adalah tentang penghapusan subsidi untuk bahan bakar minyak yang sekaligus memperbolehkan masuknya perusahaan luar seperti Shell untuk ikut mencari keuntungan di Indonesia. Juga melakukan privatisasi BUMN seperti Indosat, Telkom, BNI, Aneka tambang, bahkan dewasa ini Pertamina diusulkan untuk ikut di privatisasi. (Gila!)

Jadi, neoliberalisme jelas-jelas sangat merugikan Indonesia, mengingat banyaknya BUMN yang dikuasai asing. BUMN yang seharusnya menjadi aset pencarian kekayaan negara malah diberikan kepada pihak asing yang jelas menambah kekayaan mereka saja. Bahkan dalam gerakan neoliberal sendiri, negara-negara maju menuntut negara lain untuk meliberalisasi pasar bagi hasil industri sementara mereka sendiri memproteksi pasar domestik mereka. Hal ini sungguh tidak adil dan merupakan PEMBODOHAN bagi negara berkembang.


Ya, genaplah sudah adanya 3 kontestan dalam Pilpres 2009. Hal ini terjadi karena tadi malam 2 pasangan capres-cawapres secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kontestan Pilpres 2009. Pasangan yang terlebih dahulu mendeklarasikan diri adalah Soesilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Pasangan politikus-teknokrat ini mendeklarasikan diri di Gedung Sabuga Bandung tadi malam sekitar pukul 8. Acara deklarasi ini berlangsung meriah, bahkan megah menurut saya. Saya yang menyaksikan acara dari tv One bahkan menangkap suatu sindiran dari politikus senior, J. Kristiadi yang hadir dalam “nonton bareng” di tv One tersebut. Beliau mengatakan bahwa acara deklarasi megah tersebut sangat kontras dibandingkan dengan kondisi negara saat ini. Disaat masih ada jutaan warga miskin di Indonesia, acara tersebut dikesankan seakan-akan negara kita sudah makmur. Tetapi memang menurut pengamatan saya, acara deklarasi SBY-Boediono ini sangat “jomplang” dengan acara deklarasi 2 pasang capres-cawapres lainnya.

Acara deklarasi sendiri dimulai dengan pembacaan pernyataan dukungan dari 22 partai koalisi yang diwakili oleh Gamawan Fauzi. Dalam pembacaan dukungan tersebut, Gamawan juga memunculkan jargon bagi pasangan SBY-Boediono, yaitu “SBY BerBoedi” yang artinya bisa SBY yang memang sungguh berbudi dan bisa juga SBY bersama Boediono. Acara dilanjutkan dengan pidato singkat SBY disusul oleh pidato Boediono. Saya agak tertarik mendengar pidato Boediono dalam acara tersebut, dimana dia berjanji dalam kebijakan asing tidak akan berpihak kepada asing atau pasar tetapi lebih kepada ekonomi yang bersifat kerakyatan. Ya, jika terpilih nanti, janji tersebut yang akan saya tunggu dari pasangan ini. Yang menarik dari acara tadi malam adalah hadirnya Presiden Partai keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring dalam deklarasi tersebut. Kubu PKS yang semula menolak pecalonan Boediono tampaknya telah menerima keputusan tersebut dan kembali melanjutkan koalisi dengan Demokrat. Tak kalah menarik juga adalah tidak hadirnya ketua umum Partai Amanat Nasional, Sutrisno Bachir dalam acara tadi malam. Saya bilang menarik karena PAN adalah bagian dari koalisi Demokrat bersama partai lainnya. Tapi disaat partai lainnya hadir dengan ketua umum masing-masing, PAN hanya mengirim wakilnya saja.

Selanjutnya pada sekitar pukul  11.30 tadi malam, pasangan Megawati-Prabowo Subianto juga turut mendeklarasikan diri menjadi kontestan pilpres 2009. Pasnagan hasil koalisi PDIP-Gerindra ini mendeklarasikan diri di kediaman Megawati di Jl. teuku Umar, Jakarta. Acara tersebut berlangsung singkat dan sederhana. Pada pidatonya, Mega dan Prabowo menyatakan bahwa keinginan mereka berkoalisi adalah atas dasar pemikiran yang sama, yaitu tentang perwujudan ekonomi kerakyatan yang kelak akan digunakan jika mereka terpilih.

Dengan segala kejadian tadi malam, maka dengan ini secara resmi terdapat 3 pasang capres-cawapres yang akan bertarung dalam pilpres 2009. Pasangan tersebut adalah Jusuf Kalla-Wiranto ( koalisi Golkar-Hanura), Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono (koalisi Demokrat, PKS, PAN, PPP, PKB, PBB, dan 16 partai kecil lainnya), dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (koalisi PDIP-Gerindra).


Tadi malam saya menyaksikan semifinal 2 Liga Champions antara Chelsea vs Barcelona. Chelsea unggul 1-0 dalam 10 menit awal. Keunggulan ini pupus pada menit terakhir berkat gol dari Andres Iniesta. Oke, saya tidak ingin mereport pertandingannya, tetapi saya ingin mengkritisi kepemimpinan wasit asal Norwegia, Tom Henning Ovrebo yang menurut saya kurang tepat dalam mengambil berbagai keputusan. Berikut ini adalah beberapa keputusan kontroversi yang diambilnya :
1. Kartu merah kepada Eric Abidal. Seharusnya Eric tidak perlu di kartu merah karena dia tidak sengaja ‘menyenggol’ Anelka.
2. Chelsea seharusnya mendapatkan tendangan penalti ketika Malouda dilanggar Dani Alves di dalam kotak 16. Tetapi wasit malah memberikan tendangan bebas di luar kotak penalti.
3. Chelsea lagi-lagi seharusnya mendapatkan tendangan penalti ketika Gerard Pique menahan bola hasil tipuan Anelka dengan tangannya.
4. Chelsea lagi dan lagi harusnya mendapatkan penalti ketika Didier Drogba dijatuhkan oleh Abidal.
Saya disini bertindak bukan sebagai penggemar Chelsea tetapi saya hanya kecewa dengan keputusan wasit. Jika dihitung-hitung, Chelsea seharusnya bisa mencetak 3 gol atau bahkan lebih mengingat mereka bermain lebih efektif, disiplin, dan seimbang jika dibandingkan dengan Barcelona yang hanya bisa menguasai bola, menyerang, tetapi tidak bisa masuk dengan nyaman ke daerah pertahanan Chelsea.


Kemarin malam sekitar jam 8 malam saya melihat breaking news di TV ONE, yang melaporkan bahwa, Ketua KPK, Antasari Azhar menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. Antasari didakwa menjadi otak intelektual dari aksi pembunuhan tersebut. Masih simpang-siur dengan alasan mengapa Antasari terlibat, tapi dari beberapa intel di lapangan, kasus ini ada hubungannya dengan wanita. Dengan adanya berita ini, maka KPK, melalui wakil ketuanya langsung menonaktifkan Antasari untuk sementara.

Saya pribadi sangat terkejut mendengar berita ini. Karena jujur saja, Antasari merupakan salah satu tokoh idola saya, bahkan saya berani bilang bahwa dia merupakan orang paling adil di Indonesia. Saya sangat mengidolai kinerjanya, cara berbicaranya dan bersikap. Memang kata orang zaman dulu, manusia itu tidak ada yang sempurna. Yah, mari kita ikuti saja dulu kelanjutan dari kasus ini..


Seperti yang telah saya baca kemarin, Jumat 1 Mei 2009 di pemilu.detiknews.com, akhirnya capres dari Partai Golkar, M. Jusuf Kalla memilih Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto untuk menjadi pasangannya pada Pilpres 2009. Peresmian koalisi ini terjadi pada Jumat malam tadi, di Markas Slipi 2, Jakarta.  Pada kesempatan tersebut JK sekaligus melaporkan koalisi hasil komunikasi politik yang dilakukannya sepekan terakhir yang diamanatkan oleh Rapimnassus Partai Golkar. Selain Hanura, ada satu parpol kecil yang bergabung dalam koalisi yang digagas Golkar ini.

Dengan demikian, berarti pasangan JK-Wiranto merupakan pasangan pertama yang resmi mencalonkan diri pada Pilpres 2009. Bisa jadi ini sebuah tanda-tanda suatu ‘kepercayaan diri’ dari kubu Golkar, atau malah suatu tindakan yang tergesa-gesa. Mengingat dua capres lainnya, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dari Partai Demokrat, dan Megwati Soekarno Putri dari PDIP masih terlihat mencari-cari, ‘shopping’, atau lainnya tentang masalah pendamping mereka masing-masing. Selain itu, pasangan ini juga ‘meluncurkan’ sebuah jargon untuk lebih mengenalkan koalisi tersebut kepada publik, yaitu ‘JK-Win’

 

Dengan adanya deklarasi ini juga membuat kubu koalisi Teuku Umar, yang dipelopori oleh PDIP terpecah, karena sebelumnya, Partai Hanura turut ambil bagian dalam kubu ini. Hal ini bisa jadi membuat kubu Mega tergencet karena harus memutuskan akankah tetap mencalonkan pasangan capres-cawapres, atau ikut mendukung koalisi Golkar-Hanura. Dengan demikian, jika kubu PDIP tetap akan mencalonkan diri di Pilpres, maka menurut saya calon pendamping Megawati nanti sudah lumayan jelas. Saya memprediksi cawapres Megawati nanti adalah antara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto atau Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan dari kubu Cikeas yang dipelopori oleh Partai Demokrat, calonnya tidak jauh dari PKS, atau PAN.


Menyapa lagi..

02Mei09

Halo..halo.. semua.. Akhirnya saya kembali lagi ngeBlog.. Setelah sekian bulan tidak bersentuhan dengan dunia ini, saya akhirnya rindu, kangen, dan semacamnya. Come back saya ini bertepatan dengan munculnya berita tentang koalisi JK-Wiranto dan Antasari Azhar yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan. Ya, daripada berlama-lama, silakan nikmati saja tulisan saya ini.


Baru Menyapa

23Jan09

Hai.. hai.. hai.. Sudah 1 bulan lebih saya tidak ada menulis blog lagi.. Harap maklum lah, karena saya lagi pulkam di Palangkaraya jadi saya sedang menikmati liburan yang menyenangkan disini. FYI, saya balik lagi ke Jogja tanggal 26 Januari (huh,, jadi sedih..).

Tulis tentang apa ya?? Ha..ha..ha.. Saking lamanya gak nulis blog jadi bingung.. Padahal banyak topik hangat sekarang, seperti konflik Israel-Palestina, pelantikan Obama, dll. Tapi saya malas ah, mau santai-santai dulu, nulis yang ringan-ringan aja.. Saya akan menulis tentang segala aktivitas saya selama liburan di kota cantik Palangkaraya…

Saya pulang ke Palangkaraya tanggal 18 Desember kemarin, setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan (transit di Jakarta) akhirnya setelah total 7 jam di perjalanan saya sampai di kota saya tercinta ini. Yup, sesampai di bandara saya sudah merasakan “aura” my sweet hometown ini.. Setelah itu ya saya melakukan kegiatan biasa seperti saya lakukan jika pulang kampung… Makan, tidur, jalan-jalan…. Seperti pengangguran yang banyak kerjaan aja.. Sampai tidak terasa tingaal 3 hari lagi saya akan kembali ke Jogja untuk meneruskan studi. Huh, hati sudah mulai sedih karena biar bagaimanapun saya sangat nyaman dan mencintai kota kelahiran saya ini, rasanya pengen pindah kuliah disini aja…

Dari hasil liburan saya selama 1 bulan ini, tidak banyak komentar saya tentang Palangkaraya, masih sepi, walaupun banyak perubahan pada pembangunan infrastruktur, dll. Tapi, biarpun begitu, jika ada pepatah Amrik yang bilang “Home Sweet Home”, but I say, “My Home is Still Sweet”..


Saya mempunyai hobi, yang bisa dibilang standar lah.. Yaitu mendengarkan musik. Tetapi setelah saya pikir-pikir kok hobi saya ini agak aneh ya..?! Ya, aneh karena hampir semua jenis musik saya dengarkan (kecuali melayu,tradisional, dan japanesse music tentunya!) Intinya sih saya suka blues dan rock, kayak The Rolling Stones, White Stripes, Metallica, dll.. Tetapi dengan musik lain, saya juga menikmatinya. Dari pop yang cheesy (The Click Five), jazz (Michael Buble), hardcore (New Found Glory), punk (Ramones, Blink 182), heavy metal (Dragon Force), sampai R n B (Kanye West).

Tak bisa dipungkiri bahwa hobi lintas-genre saya ini sedikit banyak menambah pengetahuan saya tentang musik. Walaupun saya SAMA SEKALI tidak bisa bermain alat musik tetapi paling tidak saya memahami apa musik yang dimainkan (bukannya sombong lho). Dan sekarang saya sedang mempertimbangkan untuk belajar gitar, karena for your info, saya memang ada sedikit keinginan menjadi gitaris yang memainkan musik hardcore, dengan memetik gitar Gibson Les Paul favorit saya… He..he..he..

gibson-les-paul-supreme-guitar1


NETRAL

11Des08

11132007125338pm577

Pada tulisan saya kali ini, saya mengangkat tulisan tentang salah satu grup band lokal favorit saya, yaitu Netral.
Netral adalah salah satu band Indonesia yang beraliran punk-rock-hardcore yang memang dari segi penjualan album belum terlalu besar apalagi mencapai jutaan copy tetapi memiliki massa yang lumayan banyak di tiap daerah. saya pribadi mulai menggemari musik Netral sejak album Kancut pada tahun 2003 dengan single pertamanya I Love You, disusul dengan Terbang Tenggelam, dll.. Lalu saya mulai penasaran dengan lagu-lagu netral dari album terdahulu, setelah mencari-cari dan saya mendengarkan ternyata saya semakin menyukai Netral. Lagu-lagu seperti Nurani, Pecah Belah, Wa…lah, menjadi suatu “penyegaran” bagi saya ditengah arus musik komersil yang sedang hot-hotnya di tanah air.
Netral sendiri terbentuk pada tahun 1992, saat terbentuk Netral beranggotakan: Bagus Dhanar Dhana (Bagus)/bass-vokal, Gabriel Bimo Sulaksono (Bimo)/drum, dan Ricky Dayandani (Miten)/gitar. Pada awalnya mereka hanya bermain dari pensi ke pensi di sekitar Jakarta, samapai pada akhirnya mereka memiliki penggemar sendiri. Oleh karena itu mereka berpiir untuk lebih serius yaitu dengan cara membuat album. Dan pada tahun 1994, Netral mendapatkan kontrak rekaman bersama sebuah label major, dan pada 1995 mereka merilis album pertama mereka bertajuk “Wa…lah” yang berhasil terjual sekitar 80.000 copy. Album kedua Netral keluar pada tahun 1997 dengan judul “Tidak Enak”, yang semakin menancapkan eksistensi Netral di kancah musik rock Indonesia. Pada masa-mas itu Netral sempat menjadi band pembuka bagi band luar yang datang ke Indonesia, seperti : Foo Fighter, Sonic Youth, Beastie Boys. Pada Januari 1998, Netral kembali merilis album yang bertajuk “Album Minggu Ini” dan setelah beberapa bulan merilis album ketiga, Bimo sang drummer mundur dengan alasan ingin mecari warna musik lain. Setelah sekian lama memakai additional drummer, akhirnya pada tahun 1999 Eno Gitara Ryanto (Eno) masuk menjadi personil tetap. Dan pada tahun yang sama pula Netral merilis album ke empat bertajuk “PATEN” yang berhasil mencapai penjualan 150.000 copy. Bberapa saat kemudian giliran sang gitaris Miten keluar dari band. Dengan hanya beranggotakan 2 orang personil saja, pada 2001 Netral merilis album kelima dengan judul “Oke Deh”. Pada tahun 2003 Christopher Bollemeyer (Coki) masuk menjadi gtaris tetap Netral, dan di tahun yang sama Netral merilis album keenam bertitel “Kancut”. Di masa ini Netral mulai mengenalkan jargon tentang masing-masing personil, Yaitu Om Bagus, Den Coki, dan Bang Eno. Pada tahun 2005 Netral merilis 2 album sekaligus yaitu “Hitam” dan “Putih”, yang uniknya dicetak terbatas, karena ditujukan hanya untuk pendengar setia Netral. Pada album ini juga, Netral mulai meproduseri album sendiri, dengan perusahaan rekaman sendiri juga, yaitu Kancut Records. Dan pada 2007 Netral kembali melepas album bertajuk “9th” yang sekaligus menjadi pertanda eksistensi mereka selama bertahun-tahun di dunia musik.
Saya pribadi menyukai Netral karena selain memainkan musik rock alternativ, tetapi tiap lagu juga mengandung lirik yang lugas, apa adanya yang mudah dipahami. Selain itu juga, kepribadian masing-masing personil yang sangat low profil, santai, yang disukai oleh fans-fans mereka sejak lama. For your info, Coki si gitaris masuk sebagai 100 gitaris terbaik Indonesia tahun 2008 versi majalah Rolling Stone Indonesia, sementara itu Eno sang drummer dianggap mampu lepas dari bayang-bayang Bimo. Eno dianggapa memiliki sentuhan beat yang ajaib.


HIV/AIDS

05Des08

Walaupun agak terlambat, tetapi tidak ada salahnya saya menulis seputar hari AIDS sedunia, yang kebetulan diperingati setiap tanggal 1 desember. Saya menulis tentang fenomena AIDS di Indonesia beserta permasalahan-permasalahan yang menyangkutnya dewasa ini.
Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Indonesia semakin tahun semakin meningkat, dan diperkirakan pada tahun 2015 akan ada sejuta pengidap HIV/AIDS di Indonesia. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 38.000 diantaranya adalah anak-anak dan 350.000 orang lainnya akan meninggal karena tidak mendapatkan perawatan yang memadai.
Kasus HIV/AIDS terbanyak terdapat di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Papua, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kep. Riau, dan Sumatera Barat. Dari data tersebut terlihat bahwa penyebaran HIV/AIDS terbanyak ada di pulau Jawa. Cara penularan HIV/AIDS di Indonesia adalah : jarum suntik 6.237 kasus, hubungan seks lain jenis 5.438 kasus, dan hubungan seks sesama jenis 482 kasus.
Dari data di atas dapat dilihat bahwa jarum suntik menjadi media penularan paling besar, yang tentu saja secara langsung berkaitan dengan pemakaian obat-obatan terlarang (narkotika) yang biasanya digunakan dengan memakai jarum suntik. Oleh karena itu, untuk menekan angka penularan dari jarum suntik ada baiknya pemerintah lebih meningkatkan keamanan di bidang penyebaran narkotika.
Sedangkan untuk penularan melalui hubungan seks, memang susah untuk melarang seseorang karena itu adalah hak mereka. Tapi ada baiknya juga pemerintah melakukan kampanye, tentang bahaya free seks yang akan berujung kepada penyakit HIV/AIDS.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.